MYCHIC

Maafkan aku,be!

Maafkan aku, Be!

 

“  I set fire to the rain”. Handphone hitam bermerk blackberry itu tak berhenti menderingkan suara adelle, penyanyi pop yang begitu aku gandrungi.  Secepat kilat, aku raih handphoneku,  saat aku mencoba meraihnya, dan menekan tombol hijau, dering nada itu berhenti. “ah!, nyebelin” kata ku kesal kala itu, aku coba lihat riwayat panggilan, Adri 13 missed called. Adri menelponku , ah aku sudah sebal dan kesal mengingat apa yang terjadi tadi malam, sungguh dia benar-benar mengecewakanku, malam ulang tahun yang suram kataku lirih, sambil menatap mainan music yang pernah dia berikan pada ulang tahunku, awal hubungan kami,2 tahun yang lalu. Masih jelas ingatanku, beberapa teman dekat menertawai hadiah itu. Mereka usil untuk menerba harga hadiah mainan music pemberian ardi, “ ini paling 15 ribu” aku pernah liat soalnya di toko cina”. Celutuk temanku yang usil tanpa menghiraukan perasaanku. “Maap ya kak, tapi aku pernah dikasi ini waktu aku smp” seorang adik senior ikut menyelutuk memberi tanggapan. Aku memang sama sekali tak menggubris tanggapan mereka, di mataku, pemberian ardi tak dapat dinilai oleh  nominal uang, tapi  sejujurnya aku ingin mendapat hadiah yang lebih indah dari ini, ini terlalu kekanak-kanakan. Tak dapat kah dia bertanya apa benda kesukaanku?  .  I set fire to the rain, suara Handphone yang berdering dan bergetar-getar di atas meja membuyarkan lamunanku, aku kembali meraih handponeku, pasti ardi lagi, “halo, jawabku dengan nada kesal” halo, ta ini papa, aduh maap ya nak papa ngucapin nya kesiangan, selamat ulang tahun ya nak, udah 21 umur tara, tara harus lebih dewasa” ah ini dari papa, mataku berkacakaca, sudah 21 tahun umurku, dan aku masih belum bias membahagiakan papa, maapkan anakmu papa kataku dalam hati. “ makasih papa, ia paa amien pa, tara belajar pa,  “  aku berkaca-kaca sembari menutup telepon papa, setidaknya ucapan papa sedikit menghapus kesedihanku,

Lagi, handphoneku berbunyi, kali ini dari ardi, “ hallo, be aku di counter’’, ngapain di konter? Be masih marah? Aku memang g bisa bahagiaiin be, map be, Ngapain di konter? Tanya ku ketus, tanpa mempedulikan kata-katanya, jujur aku masih sebel, ucapan di telpon semalam, dan ketidakmampuan dia untuk merayakan ulang tahun ini, apalagi hadiah , bagiku sangat menyedihkan, ulang tahun yang kelabu. Aku mau jual handphone be, jawaban ardi membuat ku terperanjat, ngapain kamu jual handphone? Aku pingin belikan kamu hadiah be… aku terpaku, diam,  air mataku jatuh, aku keterlaluan. Aku egois. Kapan aku sadar dan menerima keadaan bahwa dia memang g punya kemampuan materil untuk memberikan semua keinginanku, aku memaksa dan menuntut dia untuk memberikan segalanya. Aku tersadar, bibirku kelu, Ya Tuhan, aku sungguh tak pantas untuknya. “Jangan jual hanphonenya, itu hanphone kamu satu-satunya, kataku sambil menahan tangis. Biar aja be, kalo ada rejeki nanti aku beli lagi. Tangisku pecah. Hatinya begitu tulus, dan aku?. G usah jual handphone, aku g perlu hadiah atau perayaan ulang tahun, aku Cuma butuh kamu, itu aja udah cukup, aku tak tahan lagi menahan tangisku, air mataku mengalir deras, maafin tara be.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: