MYCHIC

Sebuah Perenungan

urlPernahkah merenenung tentang kehidupan? Sebuah perenungan biasanya muncul ketika kita berdiri di ujung tebing permasalahan, ketika sanubari kita terkoyak dan jiwa kita gontai. inilah sebuah perenungan dari seorang manusia tentang cerita perjalanan hidupnya.
Entah kenapa aku merasa dikutuk oleh waktu beberapa tahun belakangan ini. Waktu sekan berbalik menjadi musuh terbesarku. Waktu seakan berlari dan berlari, ini dimulai saat rok abu-abu muda aku tanggalkan dan seragam tak lagi aku kenakan, dan langkah kecilku menepi di sebuah universitas yang tidak pernah ada dalam mimpiku-mimpiku.
Aku berdosa kalau mengatakan aku tak menerima takdirku atas nama yang terpatri di pengumuman penerimaan mahasiswa baru tahun 2009 . Empat tahun silam. Tapi seandainya bisa memilih sekali lagi Tuhan, aku mungkin ingin lebih dari sekedar ini. Pengumuman tersebut menjadiawal titik kelam hidupku, kelam tanpa passion, tanpa pencapaian dan sesuatu yang membanggakan, bak seolah masih terpuruk dengan kenyataan itu, Memang tak sepatutnya lagi ada penyesalan dan kesedihan, sudah waktunya aku berdiri dan menggenggam takdir ini, melakukan langkah yang berarti dalam hidupku. Mimpiku selalu bersinar dihati, tapi apakah aku sanggup mewujudkannya? Kalau aku masih memangku tangan, merasa rendah diri dan memposisikan diri sebagai gadis yang tak bisa melakukan apa-apa selain pasrah terhadap keadaan. Aku harus menjadi alarm bagi diriku sendiri, aku harus bangun, harus! Aku tak ingin berakhir menjadi busuk di liang lahat sana menjadi bukan siapa-siapa, aku ingin menjadi seseorang yang dikenang orang. setidaknya dikenang bagi orang-orang tercinta bahwa aku ini ‘ada’ dan mimpi-mimpiku hidup menjadi kenyataan. Oh Tuhan, mungkin waktu yang terasa cepat berlalu, karena disetiap hariku, tidak ada yang berbeda, tak ada yang indah. Karena aku kehilangan passion ku, keinginanku untuk mewudjudkan mimpi-mimpiku. Ini masih halaman awal hidupku, masih banyak halaman kosong yang menanti untuk ditorehkan tinta tulisan-tulisan yang indah, ya, aku masih punya beratus-ratus halaman lagi, dan cerita hidup ini belum lagi usai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: